Tampilkan postingan dengan label History. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label History. Tampilkan semua postingan

Perang Dunia II Dimenangkan Hitler I !



Bayangkan jika tiba-tiba anda tidak mampu lagi bernafas karena otot dada dan paru-paru menegang. Air liur, lendir terus mengalir dari mulut dan hidung anda, bahkan seluruh tubuh anda menggigil hebat disertai keringat yang mengucur deras.

Pandangan pun tiba-tiba kabur karena lubang pupil mata anda mengecil hingga seujung jarum. Pusing dan rasa mual yang hebat mengiringi penderitaan anda bahkan ketika anda sangat tersiksa ingin menghirup udara segar sebanyak-banyaknya.

Saat itu anda sudah tidak bisa lagi menggerakkan seluruh tubuh anda, tangan, kaki, kepala, leher terasa sangat kaku tanpa bisa digerakkan sedikitpun. Lalu 6 menit kemudian, anda merasakan sekarat yang hebat dan.............kematian pun menjemput.



TABUN, itulah senyawa kimia berbahaya warisan Perang Dunia II yang DICIPTAKAN OLEH ILMUWAN JERMAN pada era 1930an. Seseorang yang terkena tetesan TABUN seukuran ujung jarum dapat meregang nyawa dalam waktu 3-6 menit.

Begitu dahsyatnya efek senyawa kimia ini hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa melabelkannya sebagai salah satu SENJATA PEMUSNAH MASSAL (Weapons of Mass Destruction, Chemical Weapons Convention 1993) yang haram bagi negara mana pun untuk memproduksi, menggunakan, dan menyimpannya. Hal ini menjadikan TABUN sejajar dengan senjata pemusnah massal lain seperti Bom Nuklir.

Namun, tahukah anda bahwa senjata super-mematikan ini sama sekali TIDAK PERNAH digunakan Jerman dalam Perang Dunia II (1939-1945) melawan Sekutu ??






2. Perang Dunia II dan Perkembangan Teknologinya

Perang Dunia II merupakan perhelatan akbar penghancuran umat manusia yang kedahsyatannya belum pernah disaksikan sang waktu sebelumnya. Puluhan juta manusia terbunuh dalam rentang waktu yang sangat singkat, kota-kota besar rata dengan tanah, rusaknya lingkungan hidup dan tatanan sosial, merebaknya penjarahan, pembunuhan, pemerkosaan, hancurnya negara-negara adidaya, dan menyebarnya paham ideologi menyimpang.

Sewajarnya, Perang Dunia II menjadi katalis dan kawah candradimuka perkembangan teknologi dan sains militer saat itu. Amerika, Jerman, Inggris, Jepang, dan Soviet berlomba untuk menciptakan mesin perang paling handal yang mampu melibas lawan tanpa ampun.

Mesin perang modern berkecamuk di udara dalam bentuk pesawat pengebom, pesawat pemburu, dan bom missile; di permukaan laut dalam bentuk Battleships, Destroyer, dan kapal induk pesawat; di bawah laut dalam bentuk Kapal Selam; dan di darat dalam bentuk tank, artileri, dan infantri mekanis.



Menariknya, Jerman adalah negara yang paling inovatif dalam mengembangkan teknologi militernya pada Perang Dunia II. Sejarah mencatat bahwa Jerman di bawah pimpinan Adolf Hitler mampu menjadi sebuah negara besar yang tidak hanya unggul di ranah politik hubungan internasional, ekonomi, sains dan teknologi, namun juga unggul dalam angkatan bersenjata dan perkembangan teknologi militer.

Berbagai penemuan revolusioner dihasilkan oleh para ilmuwan Jerman yang kemudian diaplikasikan dalam bidang militer, antara lain:

Pesawat jet pertama di dunia yang kemudian dikemas dalam pesawat pemburu Messerschmitt Me-262.



Pesawat siluman pertama di dunia yang mengaplikasikan teknologi flying wing dan carbon coating untuk menghindari deteksi radar (Horten Ho 229).



Pesawat VTOL pertama di dunia dalam bentuk helikopter (Flettner Fl 282 Kolibri).



Riset bom nuklir pertama yang menggunakan heavy water (jauh sebelum proyek Manhattan Amerika, namun akhirnya gagal karena sabotase).



Rudal roket pertama di dunia yang menginspirasi penerbangan luar angkasa Amerika Serikat (A-1 bombs, V-1, V-2).



Hingga senjata kimia pemusnah massal yang sangat efektif dan berbahaya sehingga memungkinkan Hitler untuk memenangkan Perang Dunia II jika saja dia menggunakannya: TABUN. 3. Tabun? Ya, TABUN. Sebuah senyawa kimia yang jernih tidak berwarna, mudah menguap, berbau buah, namun amat-sangat beracun ini adalah hasil penelitian "tidak sengaja" oleh seorang Ilmuwan Jermanbernama Gerhard Schrader pada bulan Januari 1936.



Pada awalnya Gerhard melakukan riset untuk mengembangkan insektisida (obat anti hama/serangga) kepada perusahaan IG Farben. Insektisida yang fungsinya melumpuhkan sistem syaraf serangga itu ternyata juga mampu menghancurkan sistem syaraf manusia dalam sekejap.

Sebagaimana peraturan di Jerman kala itu, semua hasil riset yang memiliki potensi militer agar diserahkan kepada pemerintah. Perwakilan dari IG Farben pun dipanggil menghadap ke Berlin untuk menunjukkan efektivitas Tabun dalam bidang militer. Akhirnya, riset dan produksi Tabun untuk menjadi senjata kimia pun dilakukan besar-besaran.



Sebagaimana senjata "ajaib" dalam perang, proyek Tabun ini benar-benar dirahasiakan keberadaannya sehingga negara-negara Sekutu pun tidak mengetahui secuil pun tentang Tabun apa lagi bagaimana mempersiapkan diri dan counter-attack terhadap senjata kimia ini.

Kedahsyatan TABUN sebagai senjata kimia sudah tidak diragukan lagi. Satu tetes kecilnya, jika tersentuh oleh kulit manusia, maka dapat dipastikan orang itu akan mati dalam 6 menit kedepan.



Bayangkan jika senjata ini digunakan dalam Perang global, di mana terdapat ratusan ribu tentara dalam satu front pertempuran, padahal Jerman kala itu (medio 1943) sudah mampu memproduksi 12000 ton TABUN.



Keefektifan TABUN sebagai senjata pemusnah massal pun jauh melebihi Bom Nuklir yang gemar dibahas oleh negara Sekutu kala itu. Bom nuklir memang memiliki efek destruktif yang sangat besar, namun dengan efek kehancuran yang besar itu juga terjadi collateral damage yang besar pula, antara lain efek radioaktif nuklir berpuluh-puluh tahun yang menimbulkan penyakit genetik, kehancuran lingkungan dan bangunan perkotaan.



Berbeda dengan TABUN yang hanya membunuh manusia (dan serangga), sehingga penggunaannya sangat efektif dan spesifik. Apalagi TABUN adalah senyawa yang sangat mudah menguap dan terurai di udara sehingga tidak terjadi efek buruk lingkungan setelah serangan dilakukan.



Lihat yg lebih 'menarik' di sini !


Calligula, Kaisar Paling Koclok Yang Pernah Ada Di Bumi


[imagetag]

Caligula adalah kaisar ketiga Roma , dia diangkat menjadi seorang kaisar pada musim semi tahun 37. Selama tujuh bulan pertama masa pemerintahannya, Caligula merupakan teladan yang baik dan hidup secara sederhana. bahkan Ia mampu meyakinkan Senat bahwa ia akan mendengarkan mereka dan bahwa ia adalah hamba mereka.

Ia mengadakan perjamuan-perjamuan besar bagi umum selain itu dia juga bersikap murah hati terhadap para penentangnya. Tetapi pada waktu akhir musim gugur ia menderita penyakit keras. setelah sembuh tiba-tiba ia menjadi orang yang berbeda atau bisa kita katakan "gila".

berikut ini adalah sebagian dari kegilaan Kaisar Caligula.

Tidak lama kemudian ia jatuh hati pada Drusilla, saudara perempuannya sendiri. Karena Drusilla sudah menikah, Caligula memaksanya untuk meninggalkan suaminya. Ia lalu memberitahukan masyarakat Roma yang terkejut bahwa ini adalah sangat pantas dan tidak seorangpun perlu mengeluh. Ia memberi alasan bahwa Firaun -firaun telah melakukan hal seperti ini dan karena Roma memerintah Mesir, maka perbuatanya adalah sesuatu yang benar-benar sah bagi dia.

Kira-kira waktu itu Gemellus datang untuk makan malam. Mulutnya menyebarkan bau obat batuk. Dengan segera Caligula menuduh gemellus meminum obat penawar racun; dan karena hal itu jelas tercermin pada dirinya, maka Caligula memerintahkan Gemellus untuk segera bunuh diri. Pemuda yang berusia delapan belas tahun itu menurut dan menjatuhkan diri diatas pedangnya.

nb: Gemellus adalah saingan Caligula sebagai pewaris tahta Roma dari Tiberius, kakek mereka.

Memerintahkan orang untuk bunuh diri sekarang menjadi kegemaran Caligula. bermacam-macam orang dari berbagai lapisan masyarakat telah diperintahkannya untuk mengakhiri hidup mereka sendiri. Dengan memerintahkan hal itu, rasa kedewaan Caligula semangkin bertambah. Ketika suatu malam dia duduk dalam acara perjamuan bersama kawan-kawannya, ia sekonyong-konyong meledak tertawa. Lalu ia menjawab pertanyaan atas tingkahnya itu, ia berkata," Aku sedang berpikir bahwa hanya dengan satu anggukan kepala, aku dapat menitahkan leher kalian digorok!" Pernyataan itu langsung menghilangkan suasana riang pesta.

Kuda Incitatus:

Penghinaan Caligula terhadap orang banyak meliputi segala hal. Untuk membesar-besarkannya ,ia secara resmi mengumumkan kuda kesayangannya , Incitatus, menjadi Konsul. Lalu ia menyediakan Rumah yang mewah, lengkap dengan sejumlah pelayan, untuk mengurus kuda itu. Pesta-pesta besa diadakan ,dengan kuda itu sebagai tuan rumahnya. namun smua itu belum memuaskan rasa Humor Caligula yang sudah tidak beres; maka ia menunjuk Kuda itu sebagai Imam di sebuah Kuil. Ketika ia menghadiri suatu pernikahan seorang kawan, ia memutuskan bahwa ia sendirilah yang harus menjadi suami dari wanita itu sedangkan pengantin prianya hanya duduk membisu keheranan. Ketika kemudian ia bosan dengan isterinya ini, ia menceraikannya.

Caligula menyukai acara lelang sehingga dia seringkali naik ke atas meja dan memerankan tugas juru lelang. Ia suka menjual budak belian dan para Gladiator, dan terkadang ia memaksa orang-orang Kaya untuk datang ke pelelangannya. Pernah suatu peristiwa, seorang bangsawan tertentu yang telah dipaksa untuk hadir, mengangguk angguk sambil tertidur. Caligula mengartikannya sebagai tawaran. Ketika orang malang itu mulai terjaga, ia mendapati dirinya telah membeli 13 Gladiator dengan harga yang amat besar, yaitu 2.250.000 Dinar.

Caligula memutuskan bahwa air biasa tidak cukup baik untuk mandi, maka ia mandi dalam air parfum, untuk sekali perjamuan saja ia mengeluarkan 2.500.000 Dinar. Dalam waktu singkat pemborosan ini menguras keuangan negara yang ditinggalkan Tiberius dalam jumlah yang cukup besar. Agar dapat memperbesar pendapatan negara, Caligula menetapkan pajak atas hampir semua barang.

Ketika terjadi kekurangan daging dalam pasokan makanan kebun Binatang, Caligula menetapkan bahwa "semua tahanan yang kepalanya botak" dijadikan makanan bagi hewan-hewan itu. Ini adalah untuk memelihara agar hewan-hewan itu tetap sehat.

Ketika umur 29 tahun, Caligula sudah kelihatan seperti orang tua. Perbuatan perbuatannya yang melampaui batas telah menghabiskan vitalitas hidupnya, dan ia dibenci hampir seluruh Kemaharajaan Romawi. Pada tanggal 24 Januari tahun 41 ia membuat kesalahan dengan menghina seorang perwira pengawal pribadinya secara melampaui batas. Perwira ini yaitu Cassius Chaerea, menghunus pedangnya dan menebas Kaisar pada bahunya. Tetapi sementara ia masih terbelalak, anggota-anggota lain dari barisan pengawal menyerbu Kaisar Gila itu, membunuhnya dengan pedang mereka.

Dan dengan demikian berakhirlah riwayat hidup Caligula. Kalau diliat lagi ke belakang , kebanyakan ahli sejarah sepakat menyatakan bahwa ia seorang yang SAKIT JIWA.

kaisar anying....


5 Wanita panggilan Paling Terkenal Sejagat

Pelacur merupakan sebuah profesi yang sangat tidak terpuji menjual tubuh hanya untuk mendaptakan beberapa lembar uang, pelacur sendiri sudah ada sejak ribuan tahun lalu dan sampai saat ini yang namanya pelacuran masih bisa ditemui dan banyak para pelacur beroprasi diseluruh dunia. Pelacur sering diangap hina oleh masyarakat namun tahu gak kamu jika ada beberapa pelacur di dunia  yang sangat terkenal dan pernah menjadi fenomenal. Nah kamu ingin tahu pelacur siapa saja yang sangat terkenal sejagad simak 5 Pelacur Paling Terkenal Sejagad berikut ini.
1. Aspasia
aspasia
Aspasia seorang perempuan dari zaman Yunani Kuno dan punya pengaruh hebat pada ahli negara saat itu, Pericles. Dia tertulis dalam kitab-kitab karangan Plato, Aristophanes, Xenophon, dan penulis hebat lainnya di masa itu.
Dia dikabarkan telah menikah dengan Pericles namun juga menjadi gundik Lysicles, seorang negarawan dan jendral.
2. Lulu White
lulu-white
Lulu White terlahir dengan nama Lulu Hendley pada 1868. Dia pelacur paling tersohor asal Negara Bagian New Orleans, Amerika Serikat. Dia juga terkenal menjadi germo pertama di Negara Adidaya itu dan mempunyai rumah bordil Mahogany Hall. Penampilan White paling lekat yakni selalu mengenakan rambut palsu dan banyak perhiasan di tubuhnya.
Kisah White menjadi inspirasi banyak film ternama di industri Hollywood. Pretty Baby (1978) tontonan terlaris jaman itu menampilkan tokoh kebiasaan sama persis dengan White serta rumah bordil Mahogany Hall.
3. Cora Pearl
pelacur terkenal sejagat
Perempuan ini bernama asli Emma Elizabeth Crouch dan menjadi pelacur paling tersohor di abad 19. Dia hanya melayani orang-orang kaya pada masa kerajaan Prancis kedua.
Cora termasuk pelacur cerdas di zamannya. Dia menyadari betul profesi ini bakal mempunyai akhir tragis. Itu sebabnya Cora membekali dirinya dengan pelajaran seperti didapat di sekolah. Dia pun berusaha keras untuk mendapatkan kekasih maupun pelanggan kaya raya untuk membuatnya tetap hidup layak.
4. Raquel Welch
raquel-welch
Raquel Welch bernama asli Jo Raquel Tejada merupakan aktris 60-an berdarah Bolivia dan salah satu simbol seks Amerika Serikat.
Saat memulai karirnya menjadi model untuk pusat perbelanjaan tersohor neiman marcus, dia juga menjual tubuhnya untuk tidur dengan lelaki hidung belang. Para pengguna jasanya banyak dari kalangan pejabat.
5. Marilyn Monroe
marilyn-monroe
Simbol seks 50-an Marilyn Monroe terlahir dengan nama Norma Jeane Mortenson. Masa lalunya super kelam, dia bahkan menjual tubuhnya untuk bisa makan menurut beberapa tulisan biografi berhasil dikumpulkan.
Keberuntungan berpihak padanya lantaran kemolekan wajah dan tubuh dia miliki. Monroe bisa menjadi aktris dan bermain di film-film laris. Namun ini pun belum cukup bagi kehidupan percintaannya. Dia dikabarkan menjalin hubungan dekat dengan Presiden Amerika Serikat John Fitzgerald Kennedy.
Nah itulah beberapa pelacur yang pernah ada di dunia yang sangat terkenal.


Perjuangan PDRI di Nagari Bidar Alam, Solok

Ibnu Abbas, saksi sejarah PDRI di Bidar Alam (Foto: Rus Akbar/Okezone) 
Ibnu Abbas, saksi sejarah PDRI di Bidar Alam 

SOLOK SELATAN - Kalau hanya karena alasan makanan, tentu Ketua Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), Syafruddin Prawiranegara, tidak akan pindah dari Nagari Abai ke Bidar Alam.

Namun, berkat lobi Khatib Djamaan, yang mengajak Syafruddin pindah dengan jaminan bahwa orang Bidar Alam adalah Masyumi, akhirnya pemerintahan berpindah ke Bidar Alam.

Nagari Bidar Alam di Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat, merupakan saksi sejarah Republik Indonesia saat masa darurat 1948. ketika itu Belanda menahan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Bila dibandingkan dengan lokasi lain yang disinggahi Syafruddin, Bidar Alam merupakan tempat terlama yang disinggahinya, yakni 3,5 bulan.

Di Jorong Bulian, Nagari Bidar Alam, tinggal satu-satunya tokoh sejarah saksi mata masa pemerintahan darurat Indonesia, Ibnu Abbas (84). Dia merupakan asisten dr Sambiyono. Sambiyono sendiri merupakan dokter pribadi Syafruddin.

Rambut, janggut putih, peci haji, serta batik cokelat yang disempurnakan dengan sarung motif kotak, menjadi penampilan khas Abbas. Meski usianya sudah senja, namun Abbas masih ingat betul bagaimana saat-saat Syafruddin masuk ke Sumatera Barat.

Abbas pun memulai cerita kebersamaannya dengan Syafruddin. Awalnya, dia mengaku tidak mengenal Syafruddin. Namun, melalui radio, dia mendengar bahwa Presiden Soekarno dan Mohammad Hatta sudah ditangkap Belanda.

“Orang bilang Bapak Syafruddin sebagai kepala pemerintah darurat akan datang ke sini untuk mengomando perang gerilya. Itu berita sampai di sini,” tutur pria kelahiran 1928 yang masih tampak segar itu .

Dia kembali berkisah, dari keterangan yang dia dapat, sebenarnya Syafruddin hendak menuju ke Pekanbaru, Riau, namun batal. Sebab, keberangkatannya sudah diketahui Belanda.

“Saat menuju ke Pekanbaru, rombongan mobilnya ditembak oleh Belanda dengan cocor merah (pesawat capung, red). Beruntung, saat itu dia tidak kena tembak, namun mobilnya rusak dan kaca matanya pecah. Setelah itu, dia meneruskan perjalanan ke Pulau Punjung, Dharmasraya,” sambungnya.

Perjalanan diteruskan ke Pulau Punjung, namun mereka tidak bisa lama di daerah itu. Sebab, Belanda mudah menjangkau mereka. Pada 3 Januari 1949, rombongan PDRI menuju Abai lewat Sungai Dareh.
”Perjalanan mereka menempuh waktu sehari semalam. Itu pun memakai perahu menggunakan dayung dari bambu. Perjalanan lama karena melawan arus sungai,” ungkapnya.

Sementara, sebagian rombonganya ada yang lewat darat dan ada yang kembali ke Payakumbuh untuk memantau perkembangan Belanda sambil berkoordinasi dengan pejuang di daerah tersebut.

Setiba di Abai, Syafruddin dan rombongan menginap rumah Angku Palo Gaek. Melihat kondisi itu, Pemerintah Kecamatan Perang Bidar Alam, Bustam Kamil, melakukan rapat untuk menjemput Syafruddin.

”Rapat itu dihadiri Camat Perang, namanya Bustam Kamil; Wali Otonomi Ridwan Darwis Daud; Darwis K, sebagai Kepala Pemuda di sini; Marlis Bagindo, Sekretaris Otonom Daerah; dan beberapa tokoh lainnya,” bebernya.

Penjemputan ini dilakukan karena sumber makanan di Abai itu dari Bidar Alam dan diantar pakai perahu. Jadi maka diputuskan itu untuk menjemput ketua PDRI lewat Khatib Jamaan selaku Komandan Badan Pertahanan Nagari dan Kota (BPNK).

”Saat menjemput Pak Syafruddin, Khatib Jamaan membawa dendeng empat kilogram. Dia menumpang perahu pedagang menuju Abai. Ini dilakukan untuk menyamar agar tidak diketahui mata-mata Belanda. Selain itu, memang jalan darat tidak ada,” ujarnya.

Memasuki Abai, rombongan mendapat pengawalan sangat ketat dari tentara dan BPNK Sangir. Saat itu, Khatib Djamaan bersama temannya harus diperiksa dulu. Pemeriksaan juga dilakukan secara berlapis. Setelah mendapat keyakinan, maka Khatib Djamaan bertemu dengan Syafruddin.

Ketika sampai di rumah Angku Palo Gaek, Khatib Jamaan menyampaikan pesan kepada Syafruddin untuk pindah ke Bidar Alam. Namun, saat itu Syafruddin belum yakin, maka diutuslah tentara untuk melihat kondisi serta memberikan laporannya.

Setelah dipastikan aman, rombongan terdiri dari 39 orang, termasuk Syafruddin, berangkat ke Bidar Alam pada 24 Januari 1949. ”Sampai di Bidar Alam, barulah saya bertemu dengan beliau. Bapak Syafruddin dan rombongan disambut di pelabuhan dekat Surau Annur. Kemudian, keamanan diserahkan ke BPNK Bidar Alam,” ungkapnya.

Ada beberapa hal yang masih dipertanyakan soal lamanya Syafruddin di Bidar Alam serta alasan kepindahnya ke tempat itu. Dari pernyataan di atas alasan pindah ke Bidar Alam karena stok makanan yang susah. Namun, di balik itu, kata Abbas, ada unsur politik sehingga Ketua PDRI mau diajak ke lokasi baru.

”Bidar Alam orangnya Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) semuanya. Khatib Jamaan itu ketua dan saya wakilnya. Jadi Bidar Alam kami Masyumikan semuanya. Sementara Pak Syafruddin itu kan orang Masyumi. Memang ada PKI yang datang, tapi kami tidak peduli itu. Kami perlu Pak Syaf,” terangnya.

Abbas menuturkan, selama Syafruddin berada di Bidar Alam, dia menjadi pengawalnya. Syafruddin betah di Bidar Alam sebab dia merasa seperti di kampungnya sendiri.

”Bahkan saat di Bidar Alam, kalau dia pergi ke mana tidak pakai pengawal, tidak seperti wakilnya Mohammad Hasan. Dia punya pengawal dan memakai senjata lengkap, bernama Ibrahim. Buang air besar saja dikawal. Saat di Bidar Alam mereka menginap di rumah penduduk, untuk Pak Syaf tinggal di Rumah Jama,” ulas Abbas.

Abbas mengawal Syafruddin dengan jarak 10 meter. ”Saya mengawasinya dan memantau, tapi itu jaraknya 10 meter. Biasanya, beliau keluar itu pakai kain sarung. Kadang-kadang pergi sendiri saja tidak minta dikawal,” ungkapnya.

Meski secara geografis daerah Bidar Alam saat itu sangat susah dijangkau, namun komunikasi dengan jaringan pemerintah di Pulau Jawa tetap dilakukan dengan radio milik Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI). Saat itu peran AURI sangat besar dalam menyediakan peralatan komunikasi dengan pemerintah sipil dan militer.

”Di sini saat itu ada radio Markoni. Dia bicara sendiri seperti orang gila,” ungkapnya.

Dalam buku yang ditulis Guru Besar Universitas Negeri Padang, Mestika Zed, menyebut, stasiun Radio Bidar Alam dipimpin oleh Opsir Udara III Dick Tamimi beranggotakan teknisi dan telegrafis Sersan Mayor Udara Kusnadi dan Sersan Mayor Udara R Oedojo. Ketiganya berasal dari AURI Komandemen Bukittinggi.

Stasiun itu juga diperkuat seorang perwira sandi Opsir Muda Udara III Umar Said Noor dan seorang telegrafis Kopral Zainal Abidin. Keduanya berasal dari Pangkalan Udara Jambi.

Semua radio memilki sandi berganti-ganti. Biasanya, mereka bekerja pada malam hari mulai pukul 22.00 sampai 04.00 dini hari. Kerjanya mengirim dan menerima berita dalam lingkungan AURI. Selain itu juga menyadap sandi musuh.

Stasiun tersebut juga menyiarkan kegiatan PDRI kepada pejuang-pejuang lainnya di Sumatera dan Jawa. Rombongan PDRI di Bidar Alam pergi pada 22 April 1949.

Alasan kepindahan, Pemerintah Belanda sudah mencium keberadaan Syafruddin di Bidar Alam.
(ton)


Kalau artikel diatas bermanfaat, lebih baik anda berlangganan di bawah ini :