Tampilkan postingan dengan label Dapur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dapur. Tampilkan semua postingan

3 Solusi alami membersihkan rumah

Semua orang pasti selalu ingin menjaga kebersihan rumah mereka. 
Baik itu lantai, dapur, maupun bagian rumah yang lain. 
Daripada menggunakan produk pembersih berbahan kimia,  
berikut adalah solusi secara alami untuk membersihkan rumah Anda.
Sumber Gambar : http://bit.ly/1338qHt



CukaCoba campur cuka dengan dengan air untuk membersihkan lantai rumah. 
Anda juga bisa mencuci karpet dengan formula tersebut. 
Sisa campuran cuka dan air bahkan masih bermanfaat untuk membersihkan lemari es 
dan mesin cuci untuk menghilangkan bau. 
Kemudian, hilangkan noda membandel pada kaca dengan campuran cuka 
dan air dalam perbandingan yang sama. Terakhir, formula air hangat, 
dua sendok makan minyak sayur, 
dan empat sendok makan cuka bisa digunakan untuk membersihkan perabotan rumah 
yang terbuat dari kayu.
Jus lemonKarena kandungan asam yang tinggi, jus lemon sangat ampuh 
menghilangkan noda yang membandel. Misalnya piring, 
barang-barang berbahan plastik, 
sampai lantai kamar mandi. Selain itu, Anda bisa membilas cucian baju 
dengan setengah potong lemon untuk membuat pakaian lebih putih dan bersinar.
Baking sodaSecangkir baking soda ditambah garam dengan takaran sama bisa 
dimanfaatkan untuk membersihkan pipa yang buntu. Kalau untuk membersihkan 
pigura jendela dan perabotan rumah tangga dari kayu, gunakan campuran pasta gigi 
dan baking soda.
Nah, itulah solusi alami untuk membersihkan rumah dengan cuka, jus lemon, 
dan baking soda. Atau, ada beberapa dari Anda yang sudah terbiasa menggunakan 
ketiga bahan alami tersebut?
Sumber : http://bit.ly/1338GWR


Dapur : Pengaruhi Keuangan, hingga Percintaan

Sumber Gambar : http://bit.ly/WjvCeX
Dapur sering kali dinomorduakan saat kita membangun rumah. Padahal menurut ilmu fengsui, dapur merupakan komponen primer sebuah rumah yang mesti diperhatikan. 

Menurut pakar dan arsitek fengsui, ada tiga komponen primer paling penting yang harus diperhatikan dalam membuat rumah, yakni pintu utama, kamar tidur, dan dapur. Selain itu, ada tiga komponen sekunder yang juga mesti diperhatikan, yaitu letak tangga, letak WC atau kamar mandi, dan susunan atap.



 
Pintu utama merupakan unsur terpenting, karena menyangkut pengaturan energi rejeki atau hawa rejeki—lebih dikenal dengan chi—sehingga bisa mengalir masuk dengan baik ke dalam rumah. Pengaturan kamar terkait dengan keharmonisan keluarga, suami-istri, serta kesehatan orang yang menempatinya. 

Sementara itu, pengaturan dapur bisa memengaruhi baik buruknya keuangan, kesehatan, dan keharmonisan keluarga. Selain itu, dapur juga berhubungan dengan masalah percintaan. 

Selaraskan dengan RumahTata letak dapur yang baik, bisa dilihat dari beberapa perhitungan. Pertama, letak atau lokasi dapur; kedua, komposisi; dan ketiga, interior. 

Banyak pihak yang mengatakan, dapur sebaiknya diletakkan di tempat yang baik (yang memiliki energi positif). Hal ini bagi Mas Dian sah-sah saja, apalagi bila rumah tersebut berukuran besar. 

Tetapi bagi rumah-rumah  berukuran kecil, tidak mengapa jika dapur diletakkan di daerah negatif, selama masih memadai dan selaras dengan rumah. Mas Dian mengatakan, tidak baik bila rumah besar memiliki dapur sempit, atau rumah kecil memiliki dapur besar—untuk mendatangkan rejeki yang banyak. “Dapur mesti dibuat sebanding dengan ukuran rumah dan sesuai keperluan,” tuturnya. 

Selain sesuai dengan ukuran rumah, dapur mesti diletakkan di belakang rumah dengan pintu yang terlindung, sehingga tidak tampak dari depan rumah. Bagi Mas Dian, sangat pantang pintu dapur terlihat dari depan rumah. Di samping itu, tidak dibenarkan jika dapur diletakkan di bagian depan rumah, atau dapur yang memiliki akses masuk yang memutar lewat belakang.

Saat ini banyak orang membuat dapur di sebelah garasi dan bisa menembus ke area belakang rumah. “Secara komposisi, hal ini tidak bagus menurut fengsui, karena keuangan rumah bisa bocor, sama halnya dengan memompa ban yang bocor,” kata Mas Dian. “Dapur yang bagus mesti diletakkan di satu ruang khusus dengan menggunakan satu akses pintu.”

Kendati demikian, kita juga mesti melihat perkembangan zaman, dimana saat ini—tidak bisa dipungkiri—harga tanah sangat mahal. Hal ini menyebabkan mereka yang memiliki keuangan terbatas, membuat rumah berukuran kecil nan efisien, dengan dapur yang menjadi jalur lalu lintas penghuni. Bila terjadi demikian, jelas Mas Dian, maka akses yang menuju keluar dapur mesti dihalangi dengan sekat atau dibelokkan, sehingga jika ada kebocoran keuangan, tidak akan terlalu banyak.

Unsur Air dan ApiDi sisi interior, dapur memiliki dua elemen alam yang saling kontradiktif, yakni elemen api dan air. Untuk mengaturnya, tentu memerlukan seni tersendiri. Unsur api (yang diwakili kompor) dan air (diwakili tempat memcuci piring) tidak boleh saling berhadapan langsung atau bersebelahan. 

Jika keduanya—karena keterbatasan ruang—terpaksa harus bersebelahan, kompor dengan tempat mencuci piring harus diberi pembatas, setidaknya setinggi kompor (sekitar 30 cm). Letak api kompor juga jangan terlalu rendah. “Oleh karena itu, jika ruang memadai—yang paling aman adalah membuat dapur berbentuk huruf ‘L’ atau ‘U’,” ungkap Mas Dian, “di satu sisi untuk kompor dan di sisi lain untuk tempat mencuci piring.” 

Lebih dari itu, letak kompor juga patut diperhatikan. Kompor yang mewakili unsur api paling baik diletakkan di sisi timur, tenggara, atau selatan. Jangan sekali-kali meletakkan kompor di sisi utara, karena utara mewakili unsur air. 

Tinggikan Lantai Dapur
Perlu diperhatikan juga bahwa dapur mewakili empat zona, yakni zona memasak, zona mencuci, zona menyimpan, dan zona sampah. Untuk itu, sebaiknya lantai dapur dibuat lebih tinggi dari lantai ruang yang ada di sekitarnya. Hal ini sangat logis, karena dengan lantai dapur yang lebih tinggi, pembuangan kotoran dan sampah bisa dilakukan dengan lebih mudah. 

Di samping itu, letak dapur juga tidak boleh berhadapan dengan kamar tidur. Pasalnya, asap yang dihasilkan dapur akan masuk dengan mudah ke dalam kamar. Ujung-ujungnya, sudah barang tentu akan mengganggu alam pikiran dan kesehatan si penghuni. 

Soal warna, sebaiknya hindari menghias dapur dengan warna-warna yang mewakili elemen logam, seperti warna putih atau abu-abu; atau elemen air seperti warna hitam. Sebaiknya dapur dibuat dengan nuansa kuning, cokelat, pink, merah, atau warna-warna lembut, seperti warna hijau atau biru. “Yang paling tepat adalah hijau atau biru, keduanya karena mewakili unsur kayu,”.


Sumber : http://bit.ly/WjvnR0


Cara Cepat Membersihkan Dapur


Idealnya, dapur dibersihkan setiap kali sehabis waktu makan. Artinya sesudah sarapan, sesudah makan siang, dan sesudah makan malam. Betapa menghabiskan waktu bukan? Apalagi jika tidak ada pembantu. Kita jadi sering menunda-nundanya, padahal sisa makanan yang mengering di peralatan makan atau bekas minyak yang melekat semalaman di kompor atau meja dapur akan lebih sulit dibersihkan.
Sumber : http://bit.ly/V0bbT1

Akhirnya, mungkin sekali dalam seminggu, kita akan menghabiskan waktu satu jam lebih untuk melakukan pembersihan besar-besaran. Tapi coba… berapa lama kondisi bersih itu bertahan? Hanya beberapa jam! Sebab setelahnya dapur akan kembali digunakan dan kita akan kembali menunda-nunda membersihkannya dan demikianlah seterusnya. Menjengkelkan yah?
Nah, ini ada sebelas metode bagus untuk menjaga dapur tetap bersih tanpa harus jadi bete karena pekerjaan yang seolah tak kan berakhir…
  1. Siapkan semua peralatan yang dibutuhkan untuk bersih-bersih
    Jangan abaikan langkah ini. Mencari-cari sabun, kain pel, spon dan lain-lain bukan hanya akan menghabiskan waktu, namun juga bisa membuat kita lupa dengan apa yang hendak kita kerjakan.Untuk memulai, inilah yang kita butuhkan:
    • tempat sampah
    • keranjang/kotak untuk barang-barang yang tidak seharusnya berada di dapur
    • sabun cuci piring
    • cairan pembersih keramik
    • lap atau spon
    • spon kasar/sikat lembut untuk membersihkan noda membandel
    • sapu, kain pel, atau vacuum cleaner
  2. Isikan air panas bersabun pada bak cuci piring/sinkSiapkan tempat sampah di dekatnya untuk mempermudah kita membuang sisa makanan.
  3. Buang sisa-sisa makanan ke tempat sampah atau kumpulkan di sebuah piring kotor
  4. Rendam peralatan masak yang sangat kotor dengan air panas bersabun
  5. Sementara merendam, ambil semua sampah dari lantai, meja dapur, lemari makan, dan lain-lain
    Jangan hiraukan barang-barang yang tidak berada di tempatnya, atau yang tidak seharusnya berada di dapur. Punguti saja semua sampah yang terlihat.
  6. Lanjutkan dengan mengumpulkan barang-barang yang tidak seharusnya berada di dapur
    Masukkan saja ke dalam kotak/keranjang. Jika ada pembantu/anggota keluarga yang bisa dimintai bantuan, minta mereka mengembalikan barang-barang tersebut ke tempatnya semula. Kita tidak perlu meninggalkan dapur hanya untuk menata kembali barang-barang tersebut.
  7. Kembalikan barang-barang di dapur ke tempatnya semula
    Jangan tergoda untuk merapikan kabinet, laci, dan lain-lain. Kembalikan saja barang-barang tersebut ke tempatnya semula.
  8. Saatnya mencuci piring
    Pekerjaan ini meliputi mencuci – membilas – mengeringkan. Kerjakan bersama anggota keluarga lain jika memungkinkan.
  9. Bersihkan meja dapur, peralatan rumah tangga, dan bak cuci piring/sink
    Cukup bersihkan bagian permukaannya saja, tidak perlu sampai melakukan heavy-duty-cleaning seperti menggosok microwave atau mengerik panggangan roti. Cukup dilap hingga bersih.
  10. Sapu dan pel ruangan dapur
  11. Buang sampah
Cukup 15 menit untuk melakukan ini semua.
Tips:
  • Jadikan acara bersih-bersih dapur setelah makan malam sebagai rutinitas keuarga. Bagi langkah-langkah di atas untuk dikerjakan oleh semua anggota keluarga, sehingga acara bersih-bersih dapur tidak makan terlalu banyak waktu.
  • Terapkan kebiasaan bagi seluruh anggota keluarga untuk selalu mencuci piring mereka sendiri setelah makan. Tidak terlalu sulit kan?
  • Sebelum memasak/menyiapkan makanan, sediakan sebaskom air panas bersabun. Cuci segera peralatan masak seperti pisau, talenan, mangkuk adonan dan lain-lain untuk mencegah kotoran mengering dan melekat.
  • Metode ini diciptakan untuk penerapan sehari-hari, dan bisa sangat berguna saat kita tiba-tiba ditelepon sanak saudara/sahabat yang sedang dalam perjalanan menuju ke rumah kita.
Sumber : http://bit.ly/UNo3Oo


Tips Desain Dapur dan Kitchen Set

Kehidupan modern masyarakat pada saat ini sudah banyak perubahan-perubahan yang mendasar. Umumnya di rumah-rumah keluarga menengah di kota besar sudah semakin sulit dijumpai dapur yang hitam penuh jelaga dan lantai yang lengket. Dapur didesain sedemikian rupa indahnya, dengan kitchen set dan dilengkapi berbagai kitchen appliances yang modern.
Sumber Gambar : http://bit.ly/WjpfJ4


Karena itu, tak heran apabila saat ini dapur terbagi dua, dapur basah dan dapur kering, yang memiliki fungsi berbeda. Dapur yang biasanya disatukan dengan ruang keluarga atau ruang makan kerap disebut sebagai pantry atau dapur kering. Ruangan ini biasanya dilengkapi perlengkapan dapur modern. Sementara itu, dapur basah biasa digunakan untuk memasak.Dapur basah ini lebih banyak digunakan untuk menghangatkan makanan sebelum disajikan atau digunakan untuk memasak sesuatu yang praktis, walaupun menggunakan bumbu-bumbu semuanya sudah setengah jadi. Karena itu, kini desain dapur tengah menjadi tren selaras perkembangan zaman.
Dapur yang dilengkapi kitchen set modern menjadi masalah penting dalam menata rumah. Boleh jadi sama pentingnya dengan penataan ruang tamu dan ruang keluarga atau ruang lainnya dalam sebuah hunian. Saat ini, pantry tak sekadar berfungsi sebagai dapur, juga menjadi tempat berkumpulnya anggota keluarga ketika sarapan atau makan malam. Kegiatan di pantry biasanya meliputi menyimpan bahan makanan kering, memasak bahan makanan yang praktis, menghangatkan makanan,membuat minuman segar. Sementara itu, kegiatan masak-memasak dilakukan di dapur kotor atau yang biasa disebut area servis. Keberadaan pantry sangat bermanfaat karena selain untuk kegiatan tersebut, juga bisa untuk mempermanis ruang dalam rumah.
Istilah pantry sendiri berasal dari bahasa Inggris yang berarti “kamar kecil untuk menyimpan barang pecah belah atau makanan kecil”. Namun, dalam perkembangannya, di Indonesia istilah pantry sering diartikan “dapur bersih”, Sebab, selaras gaya hidup dan perkembangan teknologi, akhirnya desain dapur dengan perlengkapan di dalamnya telah menjadi sebuah mode. Tak heran, bila dapur dilengkapi kitchen set yang selaras kebutuhan dan mode terkini.
Dalam area ini dapat pula dilengkapi kehadiran TV untuk memantau berita terkini atau acara lain. “Ibu-ibu arisan sering membanggakan kitchen set-nya yang terbaru dan itu menjadi sebuah kebanggaan bagi mereka”. Dengan demikian, saat ini sebuah pantry untuk dapur akhirnya jadi sebuah pajangan, itu sah-sah saja. Sebab, untuk pilihan desain atau model disesuaikan selera penghuni. Namun, yang penting perhatikan adalah tiga basic dari kegiatan di dalamnya harus terpenuhi.
Adapun kelengkapan yang dibutuhkan untuk membuat dapur mungil semacam ini; antara lain kabinet atas yang terdiri dari penyimpan benda-benda memasak dan makan seperti piring, gelas, pisau dan peralatan kecil lainnya. Selain itu ada juga penghisap asap dari kompor gas agar asap kompor bisa langsung dihisap dan tidak menyebar ke ruangan ataupun mengotori langit-langit ruang dapur.
Kelengkapan kabinet bawah yang dibuat dengan dak beton dilapisi keramik antara lain ruang kabinet yang bisa dipakai menyimpan peralatan memasak seperti panci, penggorengan, dan sebagainya. Untuk menempatkan kompor gas, dibuat ceruk pada dak ini. Pada bagian kiri, terdapat washtafel tempat mencuci piring.
Menciptakan Dapur Yang Sehat
Dapur memiliki peranan penting dalam sebuah rumah. Di sinilah bahan makanan, yang diperlukan bagi kehidupan penghuninya, diolah menjadi makanan yang siap untuk disajikan dan disantap.
Karena peranan tersebut, dapur harus selalu terjaga kesehatan dan keamanannya. Dapur yang tidak sehat akan mempermudah pertumbuhan bakteri dan virus, yang dapat meracuni makanan serta mempengaruhi kesehatan manusia penghuninya. Dapur juga sangat rentan terhadap keamanan, karena di dalamnya terdapat berbagai peralatan, sumber daya, dan bahan bakar.
Jika kesehatan dan keamanan dapur anda tidak diperhatikan, maka dapat mengancam kesehatan keluarga anda. Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan untuk menciptakan dapur yang sehat dan aman di rumah anda, antara lain :
1. Pencahayaan
Pastikan area dapur anda cukup mendapatkan cahaya matahari. Pencahayaan alami penting peranannya bagi dapur. Selain diperlukan untuk penerangan dan membunuh bibit-bibit bakteri, juga dapat menghindarkan dapur dari binatang pengganggu, seperti kecoa dan tikus yang menyenangi sudut-sudut ruangan yang gelap dan lembab.
Dapur juga sebaiknya memiliki pencahayaan buatan yang cukup terang sebagai pengganti cahaya alami. Penerangan buatan harus memadai (tidak redup dan tidak silau) untuk melakukan setiap pekerjaan dan melihat perubahan warna makanan. Penerangan yang terlalu redup atau terlalu terang dapat menyebabkan mata tegang.
2. Penghawaan
Pastikan area dapur memiliki ventilasi (bukaan jendela dan pintu) yang baik untuk kelancaran sirkulasi udara. Bukaan tidak hanya pada satu sisi saja melainkan pada dua sisi atau lebih, supaya tercipta ventilasi silang. Asap dan uap dari hasil proses memasak harus segera dialirkan keluar dan digantikan dengan udara segar. Udara yang berputar ini dimaksudkan untuk menghindari timbulnya bau tak sedap dan timbulnya keracunan gas-gas yang keluar dari asap maupun gas kompor (NO2 – Nitrogen Dioksida).
Anda juga dapat menggunakan exhaust fan untuk membantu mengeluarkan asap dan uap dari proses masakan, karena exhaust fan menghisap udara dan menarik minyak di dalam ruang. Perlu diperhatikan juga, exhaust fan sebaiknya dibersihkan secara teratur agar dapat berfungsi optimal.
Selain itu, di atas kompor perlu dipasang cooker hood untuk mengalirkan asap dan uap dari proses memasak. Saat ini di pasaran telah banyak dijual cooker hood dengan beragam bentuk dan ukuran.
3. Material
Selain itu, di atas kompor perlu dipasang cooker hood untuk mengalirkan asap dan uap dari proses memasak. Saat ini di pasaran telah banyak dijual cooker hood dengan beragam bentuk dan ukuran.
Pilihlah material dinding yang tahan terhadap panas dan uap. Keramik banyak digunakan sebagai dinding dapur, karena selain kuat dan mudah dibersihkan, harganya pun lebih terjangkau daripada granit. Hindari penggunaan dinding bertekstur karena celah-celahnya akan sulit dibersihkan dan dapat menjadi timbunan kotoran, debu, dan minyak.
Untuk lantai sebaiknya pilih material lantai yang tidak licin, karena area dapur rentan sekali tepercik minyak dan air.
Hindarkan area memasak dari benda-benda yang mudah terbakar, seperti bahan kayu lapis. Sebaiknya pilih material yang tahan terhadap api dan panas diantaranya seperti, stainless steel, granit, dan keramik.
4. Peralatan
Gunakan peralatan elektronik anda seperti lemari pendingin, dishwasher, dan microwave seefisien mungkin. Peralatan elektronik tersebut membutuhkan energi listrik yang sangat besar dan dapat mengakibatkan efek radiasi elektromagnetik.
Sebaiknya letakkan microwave dan oven jauh dari jangkauan anak-anak.
Biasakan untuk tidak terlalu sering mengolah makanan dengan menggunakan microwave, karena gelombang mikro pada microwave dapat menghilangkan gizi pada makanan, sehingga tidak akan bermanfaat bagi kesehatan kita.
Jauhkan kompor dengan jendela agar nyala api tidak tertiup angin dan tirai jendela tidak mengarah ke nyala api.
Lebih baik memiliki filter (penyaring) air untuk mengurangi bakteri dan virus yang mungkin terkandung di dalam air, sehingga air yang dikonsumsi lebih terjamin kebersihan dan kesehatannya. Namun hindari penggunaan chlorine pada air, karena chlorine bersifat korosif dan dapat menggangu kesehatan kulit dan mata.
Biasakan untuk membersihkan nampan penampung air di bawah lemari pendingin, paling tidak 2 kali dalam setahun. Jika tidak rutin dibersihkan dapat berpotensi tumbuhnya jamur.
6. Keamanan
Biasakan anda tidak menyimpan dan menyemprotkan pestisida atau obat serangga untuk memberantas hewan pengganggu (semut, kecoa, tikus, dan sebagainya) di area dapur. Umumnya obat serangga bersifat neurotoxic (racun yang mengganggu syaraf) dan mengandung karsinogen. Jika terpaksa menyemprotkan obat serangga, pada saat menggunakannya pastikan ventilasi dibuka lebar-lebar.
Hindari memanaskan minyak hingga mengeluarkan asap, karena berakibat minyak menjadi beracun.
Dengan langkah-langkah sederhana tersebut, dapur anda akan menjadi ruang vital dalam sebuah rumah yang sehat dan aman bagi keluarga anda.
Mengubah Tampilan Dapur Dengan Biaya Minimal
Untuk mengubah tampilan dapur dengan biaya minimal mulailah dengan memilih bagian yang benar-benar membutuhkan perbaikan. Anda dapat melakukannya seperti berikut:
·         Bila dapur Anda memiliki gorden, cobalah untuk menggantinya dengan warna dan corak yang jauh berbeda dengan sebelumnya. Dengan hanya mengubah gorden saja sudah dapat memberikan nuansa baru dalam sebuah ruangan.
·         Lemari kabinet yang sudah mulai mengelupas atau terlihat kotor, dapat Anda cat ulang. Bereksperimenlah dengan cat, seperti memberi gambar hiasan bunga, garis-garis dan lain-lain.
·         Cobalah untuk mengubah warna cat dinding dapur Anda. Anda dapat menggabungkan beberapa warna sekaligus dalam satu ruang tanpa terkesan terlalu ramai. Tentunya, menggunakan prinsip keserasian.
·         Pernak-pernik di atas lemari kabinet pun perlu diganti. Sebaiknya, pilihlah pajangan yang memiliki warna-warna ceria dan senada dengan tema warna dapur.
·         Sebagai salah satu aksen pemanis, Anda dapat memasang hasil karya anak-anak. Tak hanya dipasang di pintu kulkas seperti yang dilakukan selama ini, Anda dapat memasangnya di dinding dengan pigura yang cantik.

Menciptakan Suasana Dapur Yang Apik dan Enak Dilihat
Untuk menciptakan suasana dapur yang enak untuk dilihat, anda dapat melakukan beberapa hal seperti berikut ini:
·         Pilihlah warna yang agak terang agar menimbulkan kesan bersih dan tidak terlalu sempit.
·         Rancanglah dapur semaksimal mungkin karena untuk rumah kecil akan terlihat langsung dari ruang makan dan ruang keluarga.
·         Desain dapur sebaiknya mengikuti interior rumah, supaya ruangan ini menjadi satu kesatuan dari ruangan lain.
·         Penempatan furnitur harus tepat dan sesuai dengan kebututuhan.
·         Gunakan wadah-wadah penyimpanan untuk bumbu masak, makanan, atau peralatan agar terlihat lebih rapi.
·         Letakkan kembali barang-barang yang sudah dipakai pada tempatnya.

Fungsi dan Bentuk Dapur
Bagi sebagian orang, memasak merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan. Tak tanggung-tanggung, mereka akan memilih perangkat memasak yang serba canggih atau memiliki berbagai fasilitas untuk menyalurkan hobinya ini. Salah satunya adalah membuat kitchen set agar dapur menjadi tempat menyenangkan untuk melakukan aktivitas mengolah dan menyediakan bahan makanan.
Berdasarkan fungsinya dapur dibedakan menjadi dua:
1. Dapur basah
Di sinilah kegiatan masak-memasak sebenarnya dilakukan, seperti menyiapkan makanan dari mentah sampai diolah menjadi masakan yang siap untuk disantap.
2. Dapur kering
Di ruangan ini kebanyakan orang hanya membuat makanan yang ringkas dan mudah untuk disajikan, misalnya seperti menyiapkan sarapan pagi. Bagi keluarga modern, dapur kering juga bisa dijadikan tempat untuk kumpul keluarga sambil menikmati hidangan kecil.